Rabu, 30 September 2015

Layanan Internet yang Sering digunakan, dampak Positif dan Negative Internet



Mengenai layanan internet pasti setiap orang memiliki pendapatnya masing masing mengenai hal ini, Menurut saya mengenai layanan internet yang sering digunakan yaitu seperti social media gmail blog, website dll, untuk social media selama ini saya menilai bahwa layanan yang diberikan masih dalam kadar baik dalam artian fitur yang digunakan menarik, mudah dan cepat dalam komunikasi maupun pengirimn data, jika mengenai internet dalam hal luas lainya untuk kebutuhan apapun seperti searching tentang pengetahuan baru, layanan penunjuk arah yang bisa digunakan untuk mencari sebuah lokasi, e-mail yang digunakan untuk pengiriman data yang kapasitas dan type yang banyak .
                Semuanya masih dalam keadaan yang baik terutama dalam penampilan menampilkan data yang kita search bisa langsung tertuju pada sebuah artikel atau pengetahuan yang kita cari, semua hingga saat ini dari tahun ke tahun mengalami layanan yang terus meningkat, hanya ada beberapa hal aja yang menurut saya yang masih harus di perbaiki seperti layanan ketika kita ingin mendapatkan sebuah lokasi yang kita cari terkadang arah yang di gunakan tidak baru atau penunjuk arah yang seharusnya tidak bisa dilalui namun dalam pelayan tersebut harus melewati jalan tersebut, yang dengan pelayanan seperti ini terkadang membuat seseorang kebingungan bahkan bisa salah arah.
                Dalam penggunaan untuk pengiriman e-mail selama ini saya menggunakan internet untuk mengirim e-mail masih dalam keadaan baik bahkan apabila saat mengirim e-mail alamat e-mail yang di tuju bisa diketahui apakah e-mail ini bermasalah atau tidak jika bermasalah aka nada muncul laman bahwa e-mail tidak bisa terkirim atau lain sebagianya, sehingga dalam pengirimin data kita tidak khawatir untuk salah mengirim data.
                Hingga saat ini internet masih dapat memberikan dampak yang positive, karna dengan adanya internet suatu hal yang terlihat sulit akan menjadi mudah, apalagi dengan segala kemudahan yang diberikan dan keefisiennan yang dapat mudah di dapatkan sehingga menjadikan internet berdampak sangat baik dalam kehidupan, jika dahulu untuk berkomunikasi jarak jauh kita harus mengirip surat lewat pos yang harus menunggu 3 hari atau lebih, dengan layanan internet yang ada dalam sekali klik saja surat atau pesan dapat disampaikan dan diterima hingga keseluruh negri atau yang sangat jauh sekalipun dan dengan segala pilihan bentuk pengiriman pesan yang sangan menarik dan bagus.
                Namun layanan internet yang sangat mudah dan cepat ini terkadang di gunakan oleh beberapa oknum untuk melakukan kejahatan mungkin ini bisa disebut dengan dampak nya dari penggunakan internet, untuk hal ini bisa dikatakan dampak negative dari internet karna internet dapat di akses oleh siapapun terkadang privasi kita sebagai pengguna masih lemah dalam pengawasan dalam artian semisal banyak khasus pembajakan sebuah akun entah akun apapun itu, oknum pelaku yang membajak ini terkadang dapat menejelek jelekan atau bahkan bertingkah laku yang tidak baik dan tidak harus di share atas nama akun orang lain, selain itu dampak pada diri sendiri mengenai internet yaitu apabila kita kecanduan menggunakan internet yang menimbulkan seseorang jadi introvert tidak mudah untuk bersosialisasi.
                Selain itu juga seseorang dapat bebas memasukan atau mencari sesuatu dengan bebas bahkan anak kecil pun dapat mengakses apapun, terutama apabila tidak dalam pengawasan orang tuanya ingat dahulu maraknya seseorang menonton di situs porno tanpa ada privacy batasan umur sehingga anak kecil pun dapat mengaksesnya, hal ini yang berdampak buruk karna ada beberapa hal yang dapat mengganggu kerja otak sangat berbahaya bukan seharusnya anak kecil atau masa kanak-kanak tidak harusnya mendapatkan pendidikan seperti itu.
                Terkadang seseorang harus bisa memilah suatu kegunaan yang disediakan agar tetap berdampak baik bagi dirinya, karna sebagus apapun suatu teknologi namun tidak ada yang dapat memberikan penjelasan atau pendidikan yang cukup dapat terjadi berbagai macam dampak yang tidak baik.

Pemanfaatan Pertama kalinya Internet



Internet suatu teknologi yang terus berkembang pesatdengan penggunaan yang praktis dan dapat digunakan dimanapun untuk komunikasi, menyebarkan informasi bahkan sekarang ini digunakan sebagai jual beli atau online shop, dengan kemajuan internet sekarang ini jadi teringat dahulu pertama kalinya menggunakan internet dahulu yang pertama kali saya gunakan yaitu untuk membuat e-mail untuk akun social media saya yaitu facebook pada saat saya berumur 12 tahun, social media inilah yang dahulu menjadi kegunaan saya entah untuk sekedar mengobrol, games, bahkan bertukar suatu informasi .
Setelah facebook karna seringnya saya menggunakan ini sehingga membuat saya mengetahui lagi dunia luas nya internet ternyata dalam internet itu kita bisa mencari apapun, sehingga selain facebook saya gunakan untuk mencari tugas tugas sekolah saya kala itu karna melalui internet lebih mudah untuk mencari suatu pengetahuan bahkan yang tadinya tidak mengetahui apapun melalui internet ini jadi banyak cepat mengetahui dunia disekitar kita.
Selain facebook dan tugas pasti saya gunakan untuk hiburan, dulu ketika ingin melihat artis idola dalam maupun luar negeri dapat diakses dari sebelum dan sesudah dalam artian dari penampilan yang lama hingga terbaru dapat diakses terutama masalah music, dengan internet saya bisa mendengarkan secara online music yang dulu saya senangi, dan selain itu semua semakin hari semakin mengetahui banyak kegunaan bukan hanya facebook saja namun ada twitter dan hingga sekarang menjadi banyak sekali yang dapat saya akses yaitu whatsapp, bbm, line, e-mail, path, blog hingga saat ini hanya itu saja yang saya gunakan, yang kegunaanya saya gunakan untuk hal berkomunikasi atau sekedar ingin mengetahui suatu fitur yang di sediakan dan menurut saya setiap fitur diatas memiliki kehebatan tersendiri.
Dan dulu untuk pertama kalinya device yang saya gunakan yaitu computer, karna semua dapat dilihat tanpa ada batasan apapun namun hanya saja jika menggunakan computer hanya dapat digunakan disatu tempaat saja, hingga saat ini lebih menggunakan mobile karna pasti lebih mudah dibawa kemana-mana dan tetap dapat mengakses dengan baik apalagi mobile sekarang sudah sangat pesat dan canggih untuk mengakses apapun.
Terlihat jelas sekali pertama kali menggunakan internet dan hingga sekarang bahwa teknologi semakin di percepat dan diperbaiki sehingga kegunaan yang dahulu masih sekedar sederhana saja sekarang bisa dilakukan dengan cara yang lebih menarik.

Kamis, 30 April 2015

Diskusi ke-4

  1. Keberbakatan dan Kreativitas
    1. Jelaskan pengertian keberbakatan!
    2. Jelaskan pengertian kreativitas!
    3. Jelaskan hubungan pengertian keberbakatan dan kreativitas!
    B. Pembelajaran Anak Berbakat
          1. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri anak berbakat!
          2. Jelaskan penerapan pembelajaran anak berbakat menurut teori Barbe & Renzulli!
          3. Jelaskan mengenai kegunaan kurikilum berdiferensiasi dan apa perbedaannya dengan kurikulum yang umum!


A.

1. Keberbakatan adalah kemampuan unjuk kerja yang tinggi di dalam aspek intelektual, kreativitas, seni, kepemimpinan atau bidang akademik tertentu. Dalam konsep luas dan terpadu, keberbakatan merupakan kecakapan intelektual superior, yang secara potensial dan fungsional mampu mencapai keunggulan akademiak di dalam kelompok populasinya dan atau berbakat tinggi dalam bidang tertentu, seperti matematika, IPA, seni, musik, kepemimpinan sosial dan perilaku kreatif tertentu dalam interaksidengan lingkungan dimana kecakapan dan unjuk kerjanya itu ditampilkan secara konsisten.

2. Banyak buku yang membahas kreativitas, kelompok kami akan menyampaikan beberapa pendapat para ahli tentang kreativitas, yaitu:
a.    Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta atau daya cipta. (K B B I)
b.    Kreativitas adalah pengalaman mengekpresikan dan mengaktualisasikan identitas                individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan          dengan orang lain. (Clark Moustatis)
c.    Kreativitas merupakan kemampuan untuk memberi gagasan baru yang menerapkannya        dalam pemecahan masalah. (Conny R. Semiawan).
d.    Kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi,        dorongan untuk berkembang dan menjadi matang ,kecenderungan untuk                              mengekpresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme (Rogers).
e.    Kreativitas  adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya:
       Baru (novel): inovatif, belum ada sebelumnya, segar, menarik, aneh, mengejutkan.
    Berguna (useful): lebih enak , lebih praktis, mempermudah, memperlancar, mendorong, mengembangkan, memdidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil lebih baik/ banyak.
    Dapat dimengerti (understandable): hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat di lain waktu. (David Cambell)
        Dari beberapa uraian definisi di atas dapat dikemukakan bahwa kreativitas pada intinya merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk cirri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
        Pengertian kreativitas menunjukkan ada tiga tekanan kemampuan yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan/ menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif (Utami Munandar: 1992)
Kreativitas menurut Guilfird (1956) dapat dinilai dari ciri-ciri aptitude seperti kelancaran, fleksibilitas dan orisinalitas, maupun ciri-ciri non aptitude antar lain tempramen, motivasi, serta komitmen menyelesaikan tugas. 

3. Hubungan Keberbakatan & Kreativitas
    Three-Ring Conception” dari Renzulli dan kawan – kawan ( 1981), yang menyatakan bahwa tiga ciri pokok yang merupakan kriteria ( persyaratan) keberbakatan ialah keterkaitan antara :
     1.      Kemampuan umum di atas rata – rata,
     2.      Kreativitas di atas rata – rata, dan
     3.      Pengikatan diri terhadap tugas ( task commitment cukup tinggi)

  • Kemampuan diatas rata – rata
         Salah satu kesalahan dalam identifikasi anak berbakat ialah anggapan bahwa hanya kecerdasan dan kecakapan sebagaimana diukur dengan tes prestasi belajar yang menentukan keberbakatan dan produktivitas kreatif seseorang. Bahkan Terman ( 1959) yang dalam penelitiannya terhadap anak berbakat hanya menggunakan kriteria inteligen, dalam tulisan – tulisannya kemudian mengakui bahwa inteligensi tinggi tidak sinonim dengan keberbakatan. Wallach ( 1976 ) pun menunjukkan bahwa mencapai skor tertinggi pada tes akademis belum tentu mencerminkan potensi untuk kinerja kreatif produktif.
Dalam istilah “ kemampuan umum” tercakup barbagai bidang kemampuan yang biasanya diukur oleh tes inteligensi, prestasi, bakat, kemampuan, mental primer, dan berpikir kreatif. Sebagai contoh adalah penalaran, verbal numerical, kemampuan spasial, kelancaran dalam memberikan ide, dan orisinalitas. Kemampuan umum ini merupakan salah atu kelompok keberbakatan di samping kreativitas dan “task – commitment”.

  • Kreativitas diatas rata -rata
       Kelompok ( cluster) kedua yang dimiliki anak / orang berbakat ialah kreativitas sebagai kemampuan umum untuk menciptakan sesuatu yang baru, sebagai kemampuan memberikan gagasan – gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk  melihat hubungan – hubungan baru antara unsur – unsur yang sudah ada sebelumnya.
       Pengikatan diri terhadap tugas Kelompok karakteristik yang ketiga yang ditemukan pada individu yang kreatif produktif ialah pengikatan diri terhadap tugas sebagai bentuk motivasi yang internal yang mendorong seseorang untuk tekun dan ulet mengerjakan tugasnya, meskipun mengalami macam – macam rintangan atau hambatan, menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya, karena ia telah mengikatkan diri terhadap tugas tersebut atas kehendaknya sendiri.
       Galton meskipun menganut pandangan dasar genetis untuk keberbakatan dan “ genius “, namun dia percaya bahwa motivasi intrinsic dan kapasitas untuk bekerja keras merupakan kondisi yang perlu untuk mencapai prestasi unggul.

       Manfaat dari definisi Renzulli ialah melihat keterkaitan antara tiga kelompok ciri sebagai persyaratan keberbakatan: kemampuan umum, kreativitas, dan motivasi ( pengikatan diri terhadap tugas).
       Jadi, menurut definisi Renzulli, seseorang yang memiliki kreativitas pasti berbakat, tetapi seseorang yang berbakat belum tentu memiliki kreativitas


B.

1. a.  Membaca lebih  cepat dan lebih banyak
    b.  Memiliki perbendaharaan kata yang lebih luas
    c.  Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat
    d.  Mempunyai minat yang luas, juga terhadap masalah orang dewasa
    e.  Mempunyai inisiatif dan dapat bekerja sendiri
     f.  menunjukkan keaslian (orisinalitas) dalam ungkapan verbal
    g.  Memberi jawaban-jawaban yang baik
    h.  Dapat memberikan banyak gagasan
     i.  Luwes dalam berpikir
     j.  Terbuka terhadaprangsangan-rangsangan dari lingkungan
    k.  Mempunyai pengamatan tajam
     l.  Berpikir kritis, juga terhadap diri sendiri
    m. Senang mencoba  hal-hal yang baru
     n. Berperilakuterarah kepada tujuan
     o. Mempunyai banyak kegemaran
     p. Tidakcepatpuas dengan prestasinya
     q. Peka (sensitive) dan menggunakan firasat (intuisi)
     r.  Menginginkan kebebasan dalam gerakan dan tindakan

2. a. Percepatan (akselerasi)
     Meloncatkan anak pada kelas-kelas yang lebih tinggi (skipping). Sesuai dengan keadaannya di mana usia mental (mental age) pada anak berbakat lebih tinggi dari usia sebenarnya (cronological age), maka mudah timbul perasaan tidak puas belajar bersama dengan anak-anak lain seumurnya. Meskipun banyak aspek perkembangan lain pada anak ternyata memang lebih maju dari pada anak-anak seumurnya, misalnya aspek sosial, akan tetapi cara percepatan dengan meloncatkan anak pada kelas-kelas yang yang lebih ‘tinggi dianggap kurang baik, antara lain karena mempermudah timbulnya’ masalah-masalah penyesuaian, baik disekolah, di rumah maupun di lingkungan sosialnya. Percepatan yang diberikan kepada anak berbakat untuk menyelesaikan bahan pelajaran dalam waktu yang lebih singkat sesuai dengan kemampuannya yang istimewa.
b. Pendidikan dalam Kelompok khusus
1) Model A
    Kelas bisaa penuh ditambah kelas khusus (mini). Cara ini bisa dilakukan disetiap sekolah karena anak berbakat mengikuti secara penuh acara di sekolah dan setelah itu memperoleh pelajaran tambahan dalam kelas khusus. Waktu belajarnya bertambah dan mata pelajaran dasar atau yang berhubungan dengan kemampuan khusus (misalnya matematika) ditambah.
2) Model B
    Pada model ini anak mengikuti kelas bisaa tetapi tidak seluruhnya (bisa 75%, 60%, 50%) dan ditambah dengan mengikuti kelas khusus. Jumlah jam pelajaran tetap dan hal ini menguntungkan anak sehingga ia masih mempunyai waktu untuk melakukan dalam mengembangkan aspek-aspek kepribadiannya.
3) Model C
    Pada model ini semua anak berbakat dimasukan dalam kelas secara penuh. Kurikulum dibuat secara khusus demikian pula guru-gurunya. Kelas seperti ini pun harus merupakan kelas kecil di mana pendekatan individual lebih diutamakan daripada pendekatan klasikal. Kelas khusus anak berbakat harus memiliki kurikulum khusus yang dirancang tersendiri sesuai dengan kebutuhan anak-anak berbakat. Sistem evaluasi dan pembelajarannyapun harus dibuat yang sesuai dengan kebutuhan mereka. 
4) Model D
   Pada model ini, merupakan sekolah khusus yang hanya mendidik anak berbakat. Dari sudut administrasi sekolah jelas mudah diatur. Tapi dari sudut anak banyak kerugiannya karena dengan mengikuti pendidikan sekolah khusus, anak terlempar jauh dari lingkungan sosialnya dan menjadi anggota kelompok sosial khusus dan istimewa. 
c.Home-schooling (pendidikan non formal di luar sekolah). 
     Cara lain yang dapat ditempuh selain model akselerasi adalah memberikan pendidikan tambahan di rumah atau di luar sekolah, yang sering disebut home-schooling. Dalam home-schooling orang tua atau tenaga ahli yang ditunjuk bisa membuat program khusus yang sesuai dengan bakat istimewa anak yang bersangkutan. Pada suatu ketika jika anak sudah siap kembali ke sekolah, maka ia bisa saja dikembalikan ke sekolah pada kelas tertentu yang cocok dengan tingkat perkembangannya.
d. Menyelenggarakan kelas-kelas tradisional dengan pendekatan individual. 
     Dalam model ini biasanya jumlah anak per kelas harus sangat terbatas sehingga perhatian guru terhadap perbedaan individual masih bisa cukup memadai, misalnya maksimum 20 anak. Masing-masing anak didorong untuk belajar menurut ritmenya masing-masing. Anak yang sudah sangat maju diberi tugas dan materi yang lebih banyak dan lebih mendalam daripada anak lainnya; sebaliknya anak yang agak lamban diberi materi dan tugas yang sesuai dengan tingkat perkembangannya. Demikian pula guru harus siap dengan berbagai bahan yang mungkin akan dipilih oleh anak untuk dipelajari. Guru dalam hal ini menjadi sangat sibuk dengan memberikan perhatian individual kepada anak yang berbeda-beda tingkat perkembangan dan ritme belajarnya. 

3. Kurikulum Berdifferensiasi
     Istilah diferensiasi dalam pengertian kurikulu menunjuk pada kurikulum yang tidak berlaku umum, melainkan dirancang khusus untuk kebutuhan tumbuh kembang bakat tertentu. Pengembangan kurikulum berdiferensiasi terutama menunjuk seuatu kebutuhan berkenan dengan tumbuh kembangnya kreatifitas seseorang. Berbeda dengan kurikulum reguler yang berlaku bagi semua siswa, kurikulum berdiferensiasi bertujuan untuk menampung pendidikan berbagai kelompok belajar, termasuk kelompok siswa berbakat. Melalui program khusus, siswa berbakat akan memperoleh pengayaan dari materi pelajaran, proses belajar dan produk belajar. 
     Clendeing&davies (1983) menjelaskan bahwa yang dimaksud differentiated adalah isi pelajaran yang menunjuk pada konsep dan proses kognitif tingkat tinggi, strategi instruksional yang akomodatif dengan gaya belajar anak berbakat dan rencana yang memfasilitasi kinerja siswa. 
Dalam kurikulum berdifferensiasi terdapat beberapa komponen yang harus ada diantaranya:
      1.  Materi pengalaman belajar yang menumbuhkan kreatifitas harus dipilih untuk        digemukkan dan dipadatkan dengan cara:
      2. Menambah bagian-bagian baru yang menarik dan merupakan tantangan bagi siswa berbakat
      3. Mengubah bagian-bagian yang kurang sesuai
      4. Mengurangi kegiatan-kegiatan yang rutin dan bersifat mengulang
      5. Terjadinya penanjakan dinamis mental dan tindakan kreatif (creative action)
      6. Berorientasi pada proses, kegiatan aktif dan penerapan tugas, serta memberi peluang kepada siswa untuk memilih sendiri kegiatan belajar sesuai dengan minat dan kemampuannya
      7. Komponen yang bersifat tekhnis, seperti fasilitas, komposisi guru, pendekatan proses belajar mengajar dan penggunaan metode mengajar yang bervariasi. 

Diferensiasi kurikulum bagi anak gifted dapat dibagi dalam 4 bentuk (Mooij dkk, 2007) yakni:
      1.  Pengkayaan (enrichment): yaitu berupa tawaran ekstra materi pelajaran yang                dimaksudkan untuk pendalaman dan perluasan. 
      2.  Pemadatan atau pemampatan (compacting): yaitu berupa pemampatan materi                pelajaran reguler. Atau dengan kata lain bahwa pelajaran yang diberikan tidak perlu d          ilakukan pengulangan-pengulangan yang memang diperlukan sebagai latihan bagi               anak-anak normal.
      3.  Paruh waktu (part-time) dalam kelompok-plus atau kelas-plus (pull-out): Dimana                dalam kelompok/kelas itu diadakan ekstra aktivitas atau program yang menantang khusus untuk anak-anak gifted. Kegiatan dalam kelompok/kelas plus ini dilakukan beberapa jam dalam satu minggu. Bila anak-anak gifted tersebut membutuhkan kegiatan yang menantang guna memenuhi kebutuhan keberbakatannya, ia dapat sementara waktu keluar dari kelasnya (pull-out), masuk ke dalam kelompok-plus atau kelas-plus tersebut, bersama-sama dengan anak anak gifted lainnya dalam berbagai usia mengerjakan berbagai proyek yang diminatinya. Kelas-kelas seperti ini sering juga disebut Kangaroo-class.
      4.    Percepatan (acceleration): yaitu berupa lompat kelas (Class skipping). Namun percepatan ini membutuhkan beberapa pertimbangan berupa: kematangan sosial emosional, kapasitas intelektual, prestasi, adanya lompatan perkembangan didaktik, persetujuan orang tua, Dalam kurikulum berdifferensiasi dikenal juga tentang matra kurikulum. 

       Matra Merupakan kumpulan kegiatan belajar dasar untuk pengembangan lebih lanjut dan memenuhi kebutuhan ana secara umum, sehingga kurikulum berdiferensiasi ini sebenarnya bertitik tolak pada kurikulum umum yang berlaku bagi semua siswa.                          Pengalaman belajar dari kurikulum umum ini memberikan keterampilan dasar, pengetahuan, pemahaman, nilai dan sikap yang akan memungkinkan seseorang berfungsi sesuai dengan tuntutan masyarakat. Diantara macam  matra tersebut adalah:
         1.    Matra Yang Didiferensiasikan
Berkaitan dengan ciri khas perkembangan anak berbakat dan merupakan kurikulum yang dikembangkan secara mendalam. Sifatnya terutama memenuhi harapan, kepentingan, tuntutan kebutuhan peserta didik unggul, terutama berkaitan dengan kehidupan kreatifnya
         2.    Matra Subliminal
Matra subliminal ini berkaitan dengan latar belakang budaya yang merupakan konteks pendidikan dan harus ditandai oleh iklim akademis. Iklim akademis, pergaulan antasesama siswa, antarguru dan siswa, guru dan guru, serta kepala sekolah, peraturan disiplin yang berlaku yng memadai interaksi belajar, merupakan suasana yang amat menentukan kualitas belajar.
         3.    Matra non akademis
Dalam upaya agar materi belajar tidak terlalu sempit dan terbatas pada pengetahuan yang disajikan di buku ajar dan kurikulum sekolah, berbagai wahana luar sekolah seperti kegaitan di masyarakat, televise, museum, radio juga harus mendukung matra yang didiferensiasikan. Dai sini dapat digali pembelajaran melalui pengalaman langsung dengan mengemukakan hal-hal yang sebelumnya hanya dibaca.


Nenny Sri Rahayu 
1PA20
Group 1